Home Buku Menjumput Sisa Gelak Tawa Sebelum Benar-Benar Terlupa

Menjumput Sisa Gelak Tawa Sebelum Benar-Benar Terlupa

40
0

Oleh Danial Arifudin

Gelak-tawa? Adakah orang yang peduli dengan gelak-tawa?

Gelak-tawa – kesenangan tanpa batas, kesenangan yang lezat, kesenangan dari segala kesenangan…

O, Gelak-tawa! Gelak-tawa kesenangan, kesenangan gelak-tawa.

Tertawa yang mendalam adalah hidup yang mendalam.

 

PENGGALAN kalimat dia atas saya ambil dari Bagian Ketiga: Para Malaikat (Hal.93-94), Kalimat-kalimat yang menjadi representasi dari persepsi Milan Kundera mengenai Gelak-tawa yang ia hadirkan dalam bukunya ini, Kitab Lupa dan Gelak Tawa.

Ada beberapa Gelak-tawa(Laughter) yang ia hadirkan dalam buku yang terdiri dari tujuh bagian ini. Gelak-tawa duo mahasiswi yang berhasil memahami isi sebuah naskah drama, Gelak-tawa kejadian lucu di sebuah pemakaman, Gelak tawa sepasang kekasih yang berlarian bergandengan dalam sebuah adegan film, bahkan gelak tawa sebuah lingkaran massa yang bernyanyi dan menari kolosal di hadapan barisan polisi bermuka masam.

Kundera membagi gelak-tawa tersebut menjadi dua jenis. Pertama, Gelak-tawa Iblis, yang memproklamirkan bahwa segala sesuatunya sudah tidak punya makna, bahwa upacara pemakaman yang khusyuk pun bisa menggelikan. Sebuah skeptisisme absolut atas kehidupan. Yang kedua adalah Gelak-tawa Malaikat, yang begitu yakin akan arti pentingnya dunia mereka, sebuah sikap liris terhadap kehidupan.

Hal kedua yang menjadi topik utama dalam buku ini adalah Lupa (forgetting), sebuah negasi dari Gelak-tawa yang merupakan kepuasan mutlak dari kebebasan individu. Kundera mengambil setting cerita di buku ini pada situasi negaranya, Ceko, yang sedang dikuasai oleh rezim totaliarian Komunisme Rusia.

Dan sudah sejak tahun 1921, orang Ceko mengalami pembantaian pemikiran dan kebudayaan, bahkan telah dipersiapkan buku-buku baru yang membuat kebudayaan baru, sejarah-sejarah baru, hingga orang-orang mulai melupakan apa yang terjadi sekarang dan masa lalu. Dan seperti yang sudah dikutip oleh banyak orang dalam buku ini, bukankah perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan melawan lupa?

Buku ini, yang oleh Kundera dianggap novel (bagi saya kumpulan cerpen), mempunyai tokoh bernama Tamina sebagai lakon utama. Tamina, seorang perempuan yang diusir dari negerinya dan kemudian ditinggal mati suaminya. seorang perempuan yang berjuang merawat kenangan, menolak lupa. Di sini, kita akan diperlihatkan betapa berlikunya jalan seseorang Tamina, yang pada akhirnya mati bersama kenangan yang turut ia bawa, tanpa pernah ia bagi dengan seorangpun. Banyak pertanyaan dan pernyataan bernada provokatif yang ditelorkan oleh Kundera dalam buku ini, yang begitu kuat mendorong kita untuk mengamini apa yang dia katakan. Bahkan, kita bisa menyiapkan pulpen atau stabilo untuk menandai banyak kutipan-kutipan menarik yang bisa kita ambil dalam buku ini.

Selain cerita tentang Tamina, dalam buku ini ada beberapa cerita yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Tamina. Namun, dengan membacanya, ada semacam keterikatan konsep yang seperti disengaja oleh Kundera untuk memperkuat bangun cerita Tamina, sebut saja judul bab yang disamakan, atau sudut pandang lain untuk membantu kita memahami cerita Tamina. Kundera sendiri mengakui, bahwa cerita-cerita tersebut sebagai sebuah variasi dari cerita Tamina ataupun cerita tentang Tamina

Buku Kitab Lupa dan Gelak Tawa terbit pada tahun 1979 di Perancis, buku ini pula yang membuat Kundera dicabut kewarganegaraannya oleh Pemerintah Ceko. Banyak satir-satir politik  yang Kundera ungkap dalam buku ini, sebuah upaya subversif dari orang yang telah terbuang dari negerinya sendiri. Sebuah perjuangan untuk mendapatkan telinga orang-orang lain. Sebuah umpatan dari orang yang telah terpental jatuh keluar dari lingkaran tawa yang berputar semakin cepat, meninggi, hingga tak menjejak tanah lagi. Sebuah sisa gelak-tawa dari orang yang dilupakan. Salam.

Keterangan Buku | Judul : Kitab Lupa dan Gelak Tawa (The Book of Laughter and Forgetting), Penulis: Milan Kundera, Penerjemah: Marfaizon Pangai, Penerbit: Narasi/Pustaka Promethea

———-

Penulis adalah seorang Milanisti garis tabah

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here