Home Buku Kopi Punya Cerita

Kopi Punya Cerita

298
0

Oleh Vera Astanti

Kopi Punya Cerita

Judul :

The Coffe Memory

Penulis      :

Riawani Elyta

Penerbit    :

Bentang Pustaka

Tahun : 2013

Tebal  : vi +226 halaman

ISBN: 978-602-7888-20-3

 

 

 

 

 

 

BUKU INI MENJADI HOT TOPIK beberapa waktu di komunitasku, Sindikat Baca. Bahkan Mas Nanang dan Mas Daniel juga karikatur Sarwo, ikut mengoleksi buku ini. Sedangkan saya, pinjem ke Mas Nanang. Hihi.

Yang unik adalah penyebab mereka mengoleksi buku ini secara pribadi yaitu tentang Kopi. Yak, mereka adalah penikmat kopi.  Saya akui, saya bukan penikmat kopi macam mereka, namun bukan berarti saya tidak bisa menikmati buku ini bukan? 😉

Sebuah permulaan yang mengharukan dari Mbak Riawani Elyta, membawa kita pada kenangan-kenangan Dania akan kehidupannya bersama Andro. Dania dan Andro adalah sepasang suami istri yang memiliki sebuah cafe bernama Katjoe Manis.

Nama yang unik bukan? Saya tidak mengerti kenapa namanya demikian. Katjoe Manis dibaca Kacu manis, ini kalau menurut aturan eyd lama. Dan harusnya Kajoe Manis (dibaca Kayu Manis). Apakah karena ini sebuah brand, makanya dijadikan sedikit berbeda dan nyentrik. Ataukah ada alasan lain yang melatarbelakangi nama Cafe ini?

Kembali lagi pada kisah Dania dan Andro. Andro adalah seorang penggila kopi, yang mampu menenggak bercangkir-cangkir setiap harinya. Kopinya pun bukan kopi instan. Hal inilah yang membanyang-bayangi kehidupan dania setelah Andro pergi.

Dia harus bangkit melanjutkan hidup dan melanjutkan usaha cafe yang ditinggal Andro selamanya. Kehilangan barista terbaik juga omset yang terus menurun, memutuskan Dania harus berjuang sekuat tenaga dan tentunya mencari barista baru.

Barry, barista yang terpilih dari hasil seleksi khusus yang dilakukan Dania, rupanya memiliki alasan yang tidak diketahui kenapa dia harus memilih meninggalkan pekerjaan lamanya dan masuk di Katjoe Manis. Belum lagi Dania harus berurusan dengan Pram, teman lama sekaligus pesaing dalam bisnisnya.Pram yang tak sungkan-sungkan untuk mendekati Dania. Memberikan segala perhatian dan dukungannya pada Dania. Akankah Dania berpaling kepadanya?

“Saya yakin, kopi lebih dari sekedar minuman pelepas rasa kantuk dan penawar kebutuhan akan kesegaran instan, tetapi kopi juga adalah jembatan kenangan dan berkomunikasi yang paling hangat. Dan bersamanya, kita bisa menciptakan momen-momen spesial dalam secercah perjalanan hidup kita. (Hal 218)

Hem, saya suka buku ini. Bagaimana Mbak Riawani memberikan informasi secara perlahan namun mengejutkan. Sehingga kita akan menikmati lembar demi lembar buku ini senikmat menghirup kopi. *abaikan bahwa saya tidak suka kopi. 😀

Vera Astanti, Peselancar kata-kata di dunia maya

Catatan ini diambil dari veraastanti.blogspot.com

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here