Home Buku Kitty yang Sabar dan Sebagai Saksi Sejarah

Kitty yang Sabar dan Sebagai Saksi Sejarah

168
0

Olyvia Dian Hapsari

 

ANNELIES FRANK, lahir 12 Juni 1929, putri dari seorang pebisnis terhormat di Belanda, Otto Frank dan Edith Frank, yang seorang Yahudi. Tepat pada ulang tahun ketiga belasnya, 12 Juni 1942, Anne Frank mulai menulis catatan hariannya pada sebuah buku tanda tangan yang dimintanya pada Otto saat mereka melewati toko ketika berjalan-jalan.

Dalam catatan hariannya yang ditulis secara rutin, Anne bercerita tentang kehidupan remajanya baik sebelum keluarga diincar orang-orang Hitler (yang selalu periang, cerdas dan banyak teman) atau setelah mereka menjalani hari-hari dalam persembunyian.

Tanggal 5 Juli 1943, sore hari ketika Margot Frank-kakak Anne, berusia 16 tahun dan Anne tengah membaca buku di taman belakang, keluarga Frank mendapat surat panggilan untuk Margot supaya segera melapor untuk dideportasi.

Melihat tanda-tanda ancaman bagi keluarganya yang datang terlalu cepat, Otto Frank memutuskanuntuk segera mengajak serta seluruh keluarganya untuk pergi ke tempat persembunyian yang telah direncanakannya diam-diam bersama rekan kerjanya yang setia. Maka pagi-pagi buta di bawah guyuran gerimis, keluarga tersebut meninggalkan rumah mereka yang sengaja dibuat berantakan untuk menimbulkan anggapan bahwa keluarga itu tergesa melarikan diri ke negara lain. Otto telah membuat catatan kecil yang menjelaskan keluarganya menuju Swiss.

Dengan berbekal baju yang dikenakan berlapis-lapis (agar orang tidak mencurigai—bila mereka membawa kopor) dan perbekalan hidup yang sudah diangkut ke persembunyian mereka jauh hari, Otto Frank sekeluarga menuju ‘paviliun rahasia’. Apa yang dibawa Anne Frank, selain tiga lapis baju yang dikenakannya, adalah buku catatan harian, pulpen kesayangannya dan buku pelajaran. Baginya, “kenangan lebih berharga daripada pakaian” dan kertas adalah teman yang paling sabar dan setia mendengar semua ceritanya.

Pada akhir Juli, ‘Paviliun Rahasia’ bertambah penghuni, keluarga Van Pels (Hermann Van Daan, Petronella Van Daan dan Peter Van Daan)[1] yang merupakan kolega kerja Otto datang. Setelah itu, mereka mengundang dokter gigi yang juga teman keluarga mereka untuk bersembunyi, Albert Dussel[2]. Mereka hidup dalam keterbatasan gerak di lantai atas (lantai satu dan dua) gedung tua yang termasuk perusahaan Otto. Keterbatasan gerak, keterbatasan makanan dan larangan membuat suara sekecil apapun agar tidak dicurigai orang luar.

Dalam catatannya, Anne bercerita pada buku hariannya yang diberi nama Kitty, layaknya seorang remaja yang bersurat pada kawannya, menceritakan seluruh penghuni dan kegiatan di ‘Paviliun Rahasia’, permasalahan politik masa itu dan berita-berita di luar tentang penderitaan kaum Yahudi dan peperangan yang ia dapatkan dari orang-orang kepercayaan mereka. Tuan Koophius, Kraler[3], Miep Gies serta suami, dan Ellie Vossen menjadi orang-orang yang sibuk membantu mereka mendapatkan pasokan makanan, pakaian dan merahasiakan keberadaan mereka.

Ia juga mencurahkan seluruh kekesalannya terhadap anggapan orang-orang yang menyebut ia adalah gadis cerewet, perusuh dan gadis terburuk di dunia. Seperti Petronella yang selalu protes oleh semua sikapnya dan menganggapnya sebagai akibat salah asuhan. Atau Hermann dan Dussel yang kerap berdebat dengannya. Bahkan ibunya lebih dekat dengan Margot daripadanya. Hanya ayahnyalah yang memiliki kedekatan emosional dengannya. Dan Peter yang menjadi teman berbincang dan ia pikir mereka memang senasib karena kekurangan kasih sayang ibu.

Selain berkisah tentang hiruk pikuk kegiatan kegiatan di Paviliun Rahasia, dan seluruh keluh kesahnya, Anne juga menumpahkan seluruh gagasannya. Hingga kita bisa berpikir jika tulisan Anne bukan tulisan gadis 13 tahun, tapi tulisan orang dewasa yang telah lebih matang menyikapi kehidupan. Tak dipungkiri, buku harian Anne juga dihiasi oleh kisah cinta dan lelucon anak remaja. Cinta yang hadir antara ia dan Peter, putra Van Daan yang lahir dari kedua orang aneh dan menjengkelkan.

Anne terkesan dengan pidato Gerrit Bolkestein, anggota pemerintah Belanda di pengasingan, yang disiarkan di radio dari London pada 1944. Bahwa setelah perang dia berharap dapat mengumpulkan kesaksian atas penderitaan orang-orang Belanda di bawah pendudukan Jerman. Berupa surat-surat maupun catatan harian, buku harian yang awal mulanya hanyab untuk pribadi, ia peraiki kembali dan ia bertekad menerbitkannya setelah usai perang.

Buku harian Anne Frank berakhir pada tanggal 1 Agustus 1944. Ketika membahas ‘buntalan kecil kontradiksi’ yang dianggap sebagai cerminan sosok Anne. Ia yang memiliki kepribadian ganda yang disalahpahami orang. Ketika tampil ceria, ia dianggap perusuh. Dan ketika diam, ia dikatakan pemikir dan bermasalah. Sehingga ia sendiri tak bisa menganggap mana yang betul sebagai dirinya sendiri.

4 Agustus 1944 ‘Paviliun Rahasia’ digrebek Gestapo, berkat kesaksian seorang pekerja gudang tua itu yang mengetahui keberadaan mereka. Kedelapan orang tersebut bersama Tuan Koophius dan Tuan Kraler diseret ke markas besar Gestapo di Amsterdam.

Seluruh penghuni pavilion rahasia meninggal, termasuk Anne yang menyerah dari tifus akutnya. Hanya Otto yang masih bertahan hidup sampai tentara Rusia datang dan menyelamatkan penghuni kamp-nya. Miep Gies dan Ellie menyerahkan buku harian Anne yang ditemukan berserakan di ‘Paviliun Rahasia’ pada Otto. “Inilah warisan putrimu, Anne, untukmu,” kata Miep.

Buku Catatan Harian Anne Frank diterbitkan pertama kali pada 1947 di Belanda oleh penerbit Contact, Amsterdam, dengan judul pilihan Anne Het Achterhuis yang berarti rumah belakang. Merupakan buku harian yang telah disunting Otto dan cetak sejumlah 1.500 eksemplar dan dicetak ulang di negara Eropa lainnya hingga seluruh dunia termasuk Jerman.

Buku harian Anne Frank terus melegenda, menjadi sumber inspirasi jutaan umat manusia, khususnya di belahan dunia yang yang mengalami kecamuk konflik dan peperangan. Hingga berdirilah Yayasan Anne Frank di Swiss, yang memegang hak cipta catatan harian  Anne Frank. Yayasan tersebut memutuskan untuk menerbitkan sebuah edisi yang lebih lengkap untuk pembaca umum berupa The Diary of a Young Girl, terjemahan Susan Massoty dan hadir dalam edisi Indonesia yang diterjemahkan oleh Dina Begum dengan judul yang lebih manis, Dear Kitty.

 

Olyvia Dian Hapsari,

Pelajar  SMA Negeri 2 Bojonegoro


[1] Herman Van Pels disamarkan sebagai Hermann Van Daan, Auguste Van Pels disamarkan sebagai Petronella Van Daan

[2] Fritz Pfeffer disamarkan sebagai Albert Dussel

[3] Johannes Kleiman disamarkan sebagai Koophius, Victor Kugler disamarkan sebagai Kraler

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here