Home Uncategorized DARI CATATAN HARIAN

DARI CATATAN HARIAN

226
0

Laporan Arisan Buku : Mohamad Tohir

07 September 2013

Dear Kitty, Anne Frank

OLeh Olyvia Dian Hapsari

 

“Buku yang akan dibahas nanti luar biasa, yang akan diceritakan oleh seorang pelajar SMA. Sayang sekali kita harus ngobrol ngalor ngidul terlebih dahulu sebelumnya, sambil menunggu kedatangannya,” kata saya mengawali.

“Buku itu ditulis oleh Anne Frank, seorang perempuan berusia 13 tahun. Buku itu adalah legenda, penulisnya juga. Beberapa bulan yang lalu, Justin Bieber dikecam banyak orang karena membuat pernyataan konyol tentangnya,” saya melanjutkan.

Pasalnya, saat bintang pop terkenal itu berkunjung di Museum Anne Frank di Belanda, dia menulis di buku tamunya bahwa dia begitu terkesima dengan gadis itu dan mendaulat Anne Frank sebagai fansnya. Tak lama dia dikecam banyak orang, siapa lelaki yang baru saja muncul dan tenar lewat youtube itu?

Begitulah, kami ngobrol ngalor ngidul.

Malam itu istimewa, Anas Ag. hadir turut serta. Dia adalah sesepuh di Sindikat Baca, kalau istilah itu disepakati. “Saya senang sekali dan merindukan seperti ini,” katanya.  Lihatlah, dia semestinya ada di kantor untuk merampungkan editing halaman awal Jawa Pos Radar Bojonegoro dan Lembar Budaya (rubrik sastra minggunya).

Nanang Fahrudin juga hadir, ia sesepuh yang lain lagi. Nanang cerita sedikit panjang mengenai beberapa program Sindikat Baca dan menyemangati betapa pentingnya membaca dan seksinya buku.

Yang ditunggu-tunggu datang juga. Pukul delapan malam lebih, Olyvia tergopoh-gopoh dan bergabung. Ia minta maaf dan duduk. Ia letakkan lembaran-lembaran kertas masih hangat di tengah untuk dibagikan ke peserta.

“Ini pasti baru saja selesai nulis,” Anas Ag. nyeletuk. Sambil tersenyum, Olyvia tak menyalahkan.

Dan ceritalah gadis  berkacamata itu tentang apa yang baru dibacanya tuntas. “Saya baru menuntaskannya tadi siang dan langsung bikin catatannya,” katanya mengawali. Kami tertawa.

Kata Olyvia, Dear Kitty bagus sekali. “Buku itu ditulis oleh seorang remaja korban perang dan kekejaman Nazi. Usianya baru 13 tahun tapi ia seperti orang dewasa kalau kita membaca catatan-catatannya. Nama aslinya adalah Annelies Frank,” katanya sambil barangkali teringat usianya yang baru 16 tahun.

Ya, Anne Frank memang luar biasa. Ia begitu inspiratif. Buku itu menjadi besar karena bebarengan dengan sebuah tragedi besar yang tak akan pernah dilupakan oleh sejarah, yakni apa yang disebut Holocaust itu. umat manusia, Yahudi dibantai besar-besaran kala itu, oleh Nazi Hitler.

Disamping itu, yang patut diapresiasi dari seorang Anne Frank adalah gadis itu telah menulis sehingga sekarang orang dapat membacanya, Anas Ag nyambung bicara.

“Membaca Anne Frank seolah-olah berada di tempat kejadian. Itulah pentingnya memperkuat deskripsi dalam menulis. Bagaimana membuat suasana yang dialami penulis agar dapat dirasakan pula oleh pembaca dapat dicapai dengan deskripsi yang kuat, seperti dalam cacatan Anne Frank, kita akan bisa merasakan desingan peluru hadir di dekat kita,” katanya.

Anas Ag. juga cerita tentang sebuah film yang inspiratif. Judulnya adalah Freedom Writers. Film itu tentang sekelompok pelajar di Amerika yang terlibat rasisme. Mereka selalu tawuran karena warna kulit. Situasi panas di antara mereka dapat diredam dengan menulis isi hati di buku harian. Smuatu ketika mereka menyadari bahwa apa yang terjadi di antara mereeka belumlah apa-apa bila dibandingkan dengan Anne Frank. Mereka membaca buku harian Anne Frank. Perasaan mereka menjadi kian halus ketika bisa bertemu langsung dengan seorang yang pernah bersinggungan dengan Anne Frank. Film itu wajib ditonton.

Sebagai penyeimbang, tentang mengapa manusia bisa melakukan hal sekejam itu, Nanang Fahrudin menyarankan untukmembaca buku Banalitas dan Kekuasaan karya Hannah Arent. Di sana diungkap kesaksian salah seorang pelaku sejarah,orang yang berperan di Holocaust, yakni bagaimana dia tidak merasa bahwa apa yang dilakukannya itu adalah kekejaman dan kekejian. Sebuah kejahatan dilakukan bukan hanya karena kebencian, tapi juga oleh ketaatan pada aturan secara buta dan tidak diimbangi dengan sikap kritis.

Pertemuan selesai dan dilanjutkan obrolan santai di luar forum setelah dilakukan pengundian. Nama yang keluar untuk Arisan Buku Edisi berikutnya (5 Oktober 2013) adalah Parto Sasmito. Selamat Bung Parto!

Kampungbaru, 09 September 2013

 

 

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here