Home Buku Belajar Membiasakan Menulis

Belajar Membiasakan Menulis

523
0

PERKEMBANGAN PENULISAN buku kini sedang hangat di bojonegoro. Hal ini terbukti banyak bermunculan tulisan-tulisan media massa setiap hari, tak hanya itu banyak penulis dan penerbit bermunculan, itu berarti menunjukan banyak penulis meluncurkan tulisannya. Bagi saya yang belum terbiasa menulis mersakan bahwa menulis adalah pekerjaan yang berat. Dan aku mulai tertarik untuk menulis, dan sebagai seorang pemula mestinya saya perlu bahkan harus memiliki kebiasaan menulis. Semakin banyak berlatih, keteranpilan menulisku pasti akan terus berkembang.   Saya  membaca  majalah Imajio edisi 02 Februari-Maret 2008, Tujuh Tip untuk Membiasakan Menulis oleh Efvy Zamidra Zam.

Pertama, miliki jurnal. 
Jurnal adalah salah satu sahabat penulis. kita dapat menuliskan apa saja dalam sebuah jurnal. Mulai dari ide, kejadian yang dialami, hal-hal menarik dan lainnya. Pentingnya jurnal karena  kita tidak akan tahu kapan ide baru akn muncul. Dengan memiliki jurnal dapt menuangkan ide tersebut kedalamnya kapan saja dan di mana saja.

Kedua,  manfaatkan teknologi.
Berkat kemajuan teknologi dunia, informasi menyebar dengan cepat kita harus bisa memanfaatkan teknologi untuk membantu penulisan. Bila memiliki PDA (Personal Data Asistant) atau telepon genggam, kita bisa menggunakan alat itu sebagai pengganti jurnal. Bila memungkinkan,  biasakan mengetik dengan komputer dan menaruh naskah pada disket. Sekarang kebanyakan penerbit menerima naskah dalam bentuk arsip komputer. Kuasai juga internet sebagai sarana mencari referensi.

Ketiga,  abaikan tanda baca (khusus penulis pemula).
Sebagai langkah awal dari penulis pemula, menulis saja. Lupakan masalah EYD dan tata bahasa. Pokoknya tuilislah yang ingin kamu tulis. Apalagi jika menulis untuk pribadi, baik dalam diari atau jurnal. Ini salah satu latihan untuk meningkatkan kemampuan menulis. Jangan terlalu memikirkan teori menulis mulailah menulis apa saja yang ada atau terpikir. Juga jangan hiraukan salah ketik. Pokoknya tulis saja terus, terus dan terus. Mengalir  apa adanya.

Keempat,  atasi perasaan tidak mood.  
Mentok, suntuk, nggak mood, bete, tidak ada ide, adalah berbagai penyakit yang menggerogoti penulis pemula. Bahkan penulis yang sudah menulis buku pun sering terserang  sindrom bad mood. Cara mudah untuk mengatasinya adalah memaksa menulis. Teruslah menulis, paksa  diri kita. Sama  halnya ketika kita ingin bangun pagi. Kamu harus memaksa diri untuk bangun, bukan? Setelah bangun  barulah tubuh terasa segar. Dengan memaksa menulis saat bad mood,  rasa  itu akan hilang dengan sendirinya.

Bila tidak mempan dengan cara di atas,  coba cara berikut. Tutup buku tulis kamu, matikan komputer. Ke luar rumah dan pergi jalan-jalan. Bisa juga bersantai dengan membaca atau melakukan sesuatu yang bisa bikin kamu rileks. Lupakan tulisan yang kamu buat. Setelah merasa nyaman, lanjutkan kembali tulisan kamu. Jika mengalami kebuntuan saat menulis, tinggalkan saja. Kembalilah setelah kamu merasa siap.

Kelima,   pilih topik yang dikuasai.  
Jika kita menulis suatu hal yang tidak dikuasai atau tidak ada referensinya, hal ini akan membuatmu kerepotan. Bisa-bisa kegiatan menulis tidak akan  pernah terlaksana. Karenamya, mulailah dari yang kamu kuasai.

Keenam,  jangan memikirkan gaya menulis.
Dari sekian buku yng kita pernah baca, tentu ada satu atau dua gaya penulis yang kamu suka. Sebagai langkah awal kita tidak harus memiliki gaya sendiri. kita bisa meniru gaya dari penulis yang kita sukai itu. gaya orisinil kita akan muncul dengan sendirinya seiring dengan perjalanan dan kematangan kamu dalm menulis.

Ketujuh, biasakan membaca. 
Membaca harus menjadi kebiasaan bila kamu ingin menjadi penulis. Dengan membaca akan menimbulkan banyak ide. Selain mendapat pengetahuan baru.  Baca saja apa yang kamu suka. Membaca bisa mulai dari koran, majalah, buku, brosur, artikel di internet. Banyak membaca adalah santapan utana para penulis.

Kampung Baru, 25 Mei 2012
Oleh : Akhsanul Ngeck

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here