Home Buku Aku dan Buku dalam Sepekan

Aku dan Buku dalam Sepekan

190
1
Ilustrasi. Adegan dalam film Book of Thief, tentang para penjaga buku-buku di tengah penghancuran oleh Nazi. (Sumber: pinterest.com)

Oleh Redaksi

PEMBACA yang baik, kami merasa gembira pagi ini. Tak seperti pagi biasanya, begitu bangun tidur kami langsung tersenyum sembari bertanya, ada cerita apa di atasangin.com? Meskipun kami yang menyajikan, tetapi tetap penasaran. Saking gembiranya. Semoga Anda juga demikian. Hehehe.

Ya, kami ingin tegaskan, atasangin.com pagi ini mulai bangkit dari kesuwungannya. Ibarat rumah, atasangin.com ini sudah banyak dihuni serangga hama, rawe, belukar, penuh srawang dan aroma bacin. Semoga tulisan-tulisan yang kami suguhkan bisa jadi senjata ampuh yang sedikit demi sedikit memberantasnya. Kami selalu berharap atasangin.com bisa terus update, menyajikan kebaruan (yang lama belum tentu bukan baru) sekaligus senantiasa memperbarui diri, paling tidak untuk diri kami sendiri dan lingkungan sekitar; teman, kekasih, keluarga dan tetangga kami.

Postingan terbaru pagi hari ini, Senin 23 April 2018, bertepatan dengan Hari Buku Sedunia atau World Book Day. Memang gaungnya tidak sekuat peringatan hari-hari besar lainnya. Namun kami telah terbiasa dengan dunia yang tidak ramai. Bukan karena kami memilihnya, melainkan memang demikian kenyataannya. Dunia buku dan aktivitas membaca, semua tahu, adalah sebuah ruang dan laku yang sunyi. Tak apa. Seriuh apapun dunia sekitar kita saat ini, kita tetap membutuhkan kesunyian, yakni membuat jeda untuk merenung, berpikir dan memutuskan kita akan taubat ataukah tidak.

Kesunyian yang kami maksud bukan berarti keharusan untuk menjadi pribadi atau komunitas yang menyendiri, menjauh dari tengah masyarakat dan persoalannya. Kesunyian dalam semesta buku, membaca, dan berpikir bukanlah demikian. Melainkan sekadar jeda di tengah realitas zaman yang bergerak sangat cepat. Sementara kita tahu, saat kita ngebut, banyak hal yang terlewat dari indra kita selama perjalanan.

Ya. Untuk memeringati Hari Buku Sedunia itulah kami menyuguhkan cerita-cerita ringan dari kawan-kawan kita yang dalam hidupnya bersentuhan dengan buku dan menganggap buku sebagai sesuatu yang penting. Sajian ringan itu akan kami suguhkan selama sepekan, setiap pagi dan sore. Tak ingin muluk-muluk, kami menyebut agenda sederhana ini dengan taggar Aku dan Buku (#akudanbuku). Subjektif sekali tapi tak apa-apa. Kami yakin cerita-cerita dari kawan-kawan itu bisa bermanfaat.

Sajian pertama adalah cerita dari Wahyu Rizkiawan, orang penting di belantara literasi Bojonegoro. Dia menulis tentang pertemuannya dengan buku-buku dan para mutan dan alien. Selamat membaca ditemani kepul asap kopi pagi.

Selamat Hari Buku Sedunia!

SHARE

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here