Dunia Terkunci

Dunia Terkunci

255
0
SHARE

Oleh Vera Astanti

SUDAH cukuplah kepalaku saja yang sibuk. Kamu gak usah sibuk menyanyi dengan suara sumbangmu.

Menulis itu terapi. Kadang-kadang saya menulis tanpa diedit; tanpa dibaca kembali maksud dari tulisanku bagaimana. Iya, kepalaku sangat sibuk, jadi nggak usahlah nambah-nambahin pe er.

Saking sibuknya, kepala ini jadi rasanya mau melempar peluru kemana saja. Seperti tembakan beruntun tanpa melihat sasaran. Barangkali sedang pms.

Dunia terkunci adalah ruang dimana tak seorang pun mengusiknya dan membiarkanku bermain dan tenggelam di sana; kapanpun dan berapa lamapun aku berdiam. Dunia ini cuma bisa aku yang masuk. Blogpun sebenarnya dunia terkunciku. Hanya saja pembatas dindingnya ada yang berkaca, sehingga bisa diintip kegiatan dalamnya.

Karena aku butuh ruang ini, ruang sunyi, ruang yang terkunci. Tidak sekedar hanya ‘Me time’. Ini lebih dari segalanya. Dunia yang bebas aku bilang A/B/C/Z. Dan tidak menimbulkan kerugian orang lain, selain kealpaanku akan mereka.

Dunia ini penting, dan bila terusik, perlahan aku mungkin diam. Tetapi ketika tiba, dan dunia ini perlahan merasa eksistensinya akan dihancurkan, maka akan ada perlawanan.

Aku sedang meracau hari ini.
Itu saja.

Vera Astanti. Jurnalis. Blogger Bojonegoro

Kredit foto: www.pixabay.com

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY